Jakarta ā Perubahan gaya hidup Generasi Z mulai memberikan warna baru terhadap cara anak muda menghabiskan waktu, bersosialisasi, dan membelanjakan pendapatan mereka. Aktivitas seperti gym, lari, padel hingga pilates kini semakin sering menjadi pilihan, seiring meningkatnya perhatian terhadap kesehatan fisik dan mental.
Fenomena tersebut turut menggeser pola rekreasi sebagian generasi muda. Jika aktivitas sosial sebelumnya kerap identik dengan pesta, bar, atau konsumsi minuman beralkohol, kini olahraga dan aktivitas berbasis wellness mulai berkembang menjadi ruang sosial baru.
Tren tersebut juga menjadi sorotan karena terjadi bersamaan dengan tekanan yang sedang dialami industri minuman beralkohol dunia. Satumedia melaporkan bahwa pertumbuhan penjualan alkohol mulai menunjukkan perlambatan sejak 2023 di tengah perubahan perilaku konsumen.
Olahraga bagi anak muda pun tidak lagi sekadar aktivitas untuk menjaga berat badan atau membentuk tubuh. Gym, padel, pilates, hingga komunitas lari telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus sarana bertemu teman dan membangun komunitas.
Perubahan ini terlihat dari semakin berkembangnya konsep wellness lifestyle, yakni gaya hidup yang menempatkan kesehatan fisik, kesehatan mental, kualitas tidur, pola makan, dan aktivitas olahraga sebagai bagian dari keseharian. RRI mencatat aktivitas seperti lari, gym, padel, dan pilates semakin populer di kalangan generasi muda dan mulai menjadi bagian dari cara mereka bersosialisasi.
Industri Alkohol Hadapi Tekanan
Di sisi lain, perubahan kebiasaan konsumen terjadi ketika industri minuman beralkohol global sedang menghadapi tekanan cukup besar.
Data yang sebelumnya dilaporkan Bloomberg menunjukkan saham sekitar 50 perusahaan bir, wine, dan minuman beralkohol besar dunia kehilangan nilai pasar gabungan sekitar US$830 miliar dalam kurun sekitar empat tahun. Indeks perusahaan minuman tersebut bahkan tercatat sekitar 46 persen di bawah puncaknya pada Juni 2021.
Namun, angka US$830 miliar tersebut perlu dipahami sebagai penurunan nilai pasar atau kapitalisasi saham, bukan berarti produsen minuman beralkohol kehilangan uang tunai atau penjualan sebesar US$830 miliar.
Tekanan terhadap industri juga terlihat dari konsumsi. Riset IWSR yang diberitakan Reuters memperkirakan konsumsi alkohol global akan terus menghadapi penurunan dalam satu dekade mendatang. Bahkan dengan bertambahnya populasi usia legal untuk mengonsumsi alkohol, konsumsi global pada 2035 diperkirakan masih berada di bawah tingkat 2025.
Faktor yang memengaruhi tren tersebut tidak hanya berasal dari Gen Z. Biaya hidup yang meningkat, perubahan perilaku konsumen, perhatian terhadap kesehatan, serta munculnya berbagai pilihan minuman alternatif ikut memberikan tekanan terhadap pasar alkohol.
Gen Z Lebih Selektif terhadap Alkohol
Meski Gen Z sering disebut sebagai generasi yang lebih sedikit mengonsumsi alkohol, perkembangan terbaru menunjukkan situasinya lebih kompleks.
Generasi muda tidak sepenuhnya meninggalkan minuman beralkohol. Data IWSR menunjukkan tingkat partisipasi konsumsi alkohol di kalangan Gen Z usia legal justru mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Proporsi Gen Z yang mengaku mengonsumsi alkohol dalam enam bulan sebelumnya naik dari sekitar 66 persen pada 2023 menjadi sekitar 73 persen pada 2025.
Artinya, perubahan yang terjadi lebih mengarah kepada cara mengonsumsi alkohol yang semakin selektif dan moderat, bukan sekadar berhenti mengonsumsi alkohol sepenuhnya.
Sebagian konsumen muda lebih memperhatikan jumlah yang dikonsumsi, waktu untuk minum, jenis minuman, hingga dampaknya terhadap produktivitas dan kebugaran tubuh.
Generasi Z juga cenderung tumbuh dalam lingkungan dengan informasi kesehatan yang jauh lebih mudah diakses. Kesadaran mengenai kualitas tidur, kebugaran, pola makan, hingga kesehatan mental membuat aktivitas yang berpotensi mengganggu rutinitas tersebut semakin dipertimbangkan.
Tempat Bersosialisasi Mulai Berubah
Perkembangan olahraga komunitas turut menghadirkan alternatif baru dalam bersosialisasi.
Lapangan padel, studio pilates, pusat kebugaran hingga komunitas lari sekarang tidak hanya berfungsi sebagai lokasi olahraga. Tempat-tempat tersebut juga menjadi ruang bertemu teman, membangun jaringan, hingga membentuk komunitas baru.
Seseorang kini dapat menghabiskan akhir pekan dengan mengikuti kegiatan lari bersama, bermain padel, kemudian berkumpul di kedai kopi atau restoran. Pola tersebut menawarkan bentuk rekreasi yang berbeda dibandingkan kehidupan malam yang berpusat pada konsumsi alkohol.
Perubahan cara bersosialisasi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri minuman.
Produsen mulai memperluas pilihan melalui produk dengan kadar alkohol lebih rendah maupun non-alcoholic beverages. Kategori tersebut menjadi salah satu bagian pasar yang menarik perhatian ketika konsumsi minuman beralkohol tradisional menghadapi tekanan.
Bukan Sekadar Tren Sesaat
Meningkatnya minat terhadap olahraga juga menunjukkan bahwa wellness semakin berkembang menjadi bagian dari identitas generasi muda.
Mengikuti kelas pilates, berlari beberapa kilometer, pergi ke gym, atau bermain padel tidak lagi semata-mata dilakukan untuk mengejar kondisi fisik tertentu. Aktivitas tersebut juga berkaitan dengan pengalaman, komunitas, gaya hidup, dan citra diri.
Karena itu, perubahan pola konsumsi yang berlangsung saat ini berpotensi memberikan dampak terhadap berbagai sektor bisnis, mulai dari makanan dan minuman, industri kebugaran, fesyen olahraga, hingga industri hiburan.
Bagi industri alkohol, tantangannya bukan sekadar membuat generasi muda kembali mengonsumsi produk mereka dalam jumlah besar. Produsen juga harus memahami konsumen yang semakin sadar kesehatan, lebih selektif dalam membelanjakan uang, dan memiliki semakin banyak alternatif untuk bersosialisasi.
Pada akhirnya, tekanan yang dialami industri alkohol tidak dapat dikaitkan hanya dengan Gen Z atau tren olahraga. Kondisi ekonomi, meningkatnya perhatian terhadap kesehatan, perubahan budaya sosial hingga berkembangnya pilihan minuman tanpa alkohol ikut memainkan peran.
Namun, semakin ramainya gym, lapangan padel, komunitas lari, dan studio pilates tetap menjadi gambaran menarik mengenai perubahan gaya hidup anak muda. Bagi sebagian generasi baru, bersosialisasi tidak lagi harus selalu ditemani segelas minuman beralkohol. Aktivitas sehat kini justru berkembang menjadi bagian baru dari cara mereka menikmati waktu bersama.